DATA SEKUNDER DALAM PENELITIAN HUKUM NORMATIF

Sama halnya seperti penelitian yang lain, penelitian hukum normatif juga mengenal penggunaan data untuk mendukung keberhasilan penelitian yang dilakukan. Penelitian hukum normatif menggunakan data sekunder sebagai sumber data utamanya, berbeda dengan penelitian hukum sosiologis yang sumber data utamanya adalah data primer.

Data sekunder merupakan data yang umumnya telah dalam keadaan siap terbuat (ready made). Adapun sumber data berupa data sekunder yang biasa digunakan dalam penelitian hukum normatif terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. (more…)

MENGENAL SEKILAS MATA KULIAH PHI DAN PIH DI FAKULTAS HUKUM

Tidak terasa tahun ajaran baru akan segera dimulai kembali. Bagi rekan-rekan yang baru akan memasuki masa kuliah strata 1 di Fakultas Hukum, pada semester awal pasti akan ‘bersua’ dengan mata kuliah PHI dan PIH. Apa itu PHI dan PIH? Berikut akan dibahas secara singkat mengenai kedua mata kuliah tersebut.

Persamaan Serta Perbedaan Mendasar Antara PHI dan PIH

PHI maupun PIH sama-sama merupakan pengantar untuk mempelajari hukum, dan merupakan mata kuliah dasar yang wajib dikuasai oleh setiap mahasiswa Fakultas Hukum. PHI merupakan singkatan dari Pengantar Hukum Indonesia. Di beberapa universitas, ada Fakultas Hukum yang menggunakan istilah PHI dengan PTHI, yang merupakan singkatan dari Pengantar Tata Hukum Indonesia. Sementara itu, PIH adalah Pengantar Ilmu Hukum. Sekilas istilah PHI dan PIH nampaknya sama, namun sebenarnya berbeda. (more…)

BEBERAPA ASAS HUKUM KONTRAK

Hukum kontrak (contract of law) memiliki beberapa asas di dalam pelaksanaannya. Sebagian dari kita pasti sudah sering mendengar dan tidak asing lagi dengan asas-asas tersebut. Beberapa asas dalam hukum kontrak dimaksud yaitu asas kebebasan berkontrak, asas konsensualisme, asas pacta sunt servanda (asas kepastian hukum), dan asas itikad baik. Berikut akan dipaparkan secara singkat mengenai masing-masing asas tersebut. (more…)

PERBEDAAN MENDASAR ANTARA MEREK, PATEN DAN HAK CIPTA

Suatu hari saya ditanya oleh seorang teman yang sedang merintis bisnis dalam bidang produksi aksesoris kulit dengan merek X mengenai cara mendaftarkan paten atas mereknya. Di waktu yang berbeda, teman saya yang lain pernah berkomentar tentang pemahamannya mengenai hak cipta. Menurutnya, fungsi hak cipta adalah ketika seseorang memiliki karya maka karyanya itu harus dipatenkan hak ciptanya agar tidak diserobot oleh pihak lain. Pertanyaan dan pernyataan dari teman-teman tersebut seketika menggelitik pikiran saya. (more…)

FAKULTAS HUKUM : BENARKAH SEKEDAR MENGHAPAL PERATURAN?

Dari masa ke masa, fakultas hukum menjadi salah satu fakultas yang banyak dilirik oleh calon mahasiswa. Sebut saja sebagai contoh pada SBMPTN 2014, di Universitas Diponegoro Semarang, program studi yang menjadi favorit adalah ilmu hukum, dengan jumlah peserta mencapai 3494 orang (sumber : Suara Merdeka tanggal 18 Juni 2014). Walaupun menjadi favorit, namun fakultas hukum sekaligus pula menjadi momok bagi calon mahasiswa. Bayangan harus menghapal puluhan peraturan perundang-undangan selama berkuliah di fakultas hukum sudah terlebih dahulu menghantui pikiran. Hal tersebut tidak jarang pula membuat sebagian calon mahasiswa urung menjatuhkan pilihannya pada fakultas hukum sebagai tempat melanjutkan pendidikan. (more…)